Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hipertensi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Sehat Cara Alamiah - Adiksi Makanan (Kecanduan Makanan)

Sehat Cara Alamiah - Adiksi Makanan (Kecanduan Makanan)

Jangan kaget, memang Anda tidak salah membaca judul tulisan ini, karena judul asli tulisan ini adalah "Food Addiction" atau berarti kecanduan makanan, yang terjadi pada orang tertentu yang mengalami gangguan.

Secara alamiah dan naluriah, semua makhluk hidup, termasuk manusia, baru akan makan bila merasa lapar. Jadi makanan dan proses memakan itu adalah fungsi utama untuk mempertahankan hidup makhluk tersebut.

Binge Eating Disorder. Source www.aguileon.com
Sebaliknya pada mereka yang menderita gangguan pola makan berlebihan ini, mereka akan makan meskipun tidak merasa lapar, bahkan makan berlebihan hingga menjadi kekenyangan yang (menyesakan nafas) menyakitkan. Hal ini akan diulang lagi dalam kurun waktu sekitar 2 jam berikutnya, tanpa bisa mereka kendalikan keinginan tersebut.    

Sekarang kejadian ini dikenal sebagai "Binge Eating Disorder (BED)".

Dari definisi untuk arti kalimat ini adalah :
Seseorang yang mengkonsumsi sejumlah besar makanan dalam waktu dua jam, dan kerap kali mengulang melakukan hal yang sama . Orang dengan gangguan binge eating disorder mengalami kesulitan untuk mengendalikan dirinya mengkonsumsi jumlah besar makanan. Orang tersebut tidak bisa berhenti makan, meskipun dia sudah kenyang.

Banyak dari kita yang makan berlebihan dari waktu ke waktu, dan banyak orang juga merasa bahwa mereka telah mengkonsumsi makanan lebih dari yang seharusnya mereka perlukan. Tetapi apakah ini bisa digolongkan sebagai "binge eater"? Mungkin saja tidak karena tidak dilakukan dengan pola seperti tersebut diatas. Makan sejumlah besar makanan tidak selalu berarti orang tersebut mengalami gangguan pola makan atau binge eating disorder. 


Seberapa sering terjadinya gangguan pola makan (binge eating) ini ?

Gangguan pola makan ini adalah relatif baru dikenali dan beberapa ahli menduga bahwa ini adalah jenis gangguan pola makan yang paling sering dijumpai.

Menurut data statistik di Amerika, sekitar 4 juta orang Amerika mengalami gangguan pola makan demikian. Sekitar 10 - 15 % dari mereka adalah yang mengalami obesitas sedang yang sedang mencoba untuk menurunkan berat badannya, baik dengan menempuh cara sendiri atau dengan mengikuti program penurunan berat badan yang sedang marak ditawarkan, yang mengalami masalah gangguan pola makan ini. Bahkan gangguan ini semakin parah pada mereka yang menderita obesitas berat.

Tidak seperti gangguan pola makan jenis bulimia nervosa atau anorexia nervosa - maka terdapat sejumlah besar pria yang menderita gangguan pola makan "binger eating", memang lebih sering terjadi pada wanita. Dan lebih sering ditemukan pada mereka yang kelebihan berat badan (over weight), meskipun kadang kadang juga ditemukan pada orang dengan berat badan yang beragam macam.  


Apa penyebab gangguan pola makan Binge Eating Disorder ? 

Tidak seorangpun yang tahu apa penyebab gangguan pola makan binge eating disorder ini, tetapi diketahui ada beberapa faktor yang berpengaruh. Misalnya faktor genetik dan biologi mempunyai peranan menentukan dalam perkembangan gangguan pola makan ini.

Para peneliti sedang menelaah beberapa zat kimia saraf didalam otak yang berperan aktif terbentuknya gangguan pola makan ini. Faktor psikologi orang tersebut juga berpengaruh : 50% orang dengan gangguan pola makan binge eating disorder ini juga adalah penderita depresi, juga mempunyai emosi yang negatif seperti kecemasan berlebihan atau anxietas, rasa malu yang berlebihan, dan rasa bersalah - semua faktor eksternal ini mempunyai kontribusi terhadap terjadinya kebiasaan makan yang tak terkendalikan ini.

Juga faktor sosial dan budaya mempunyai pengaruh, karena makanan merupakan cara orang memperlihatkan tanda rasa kasih dan sayang, memberikan ketenangan dan rasa nyaman untuk orang lain.
Belum lagi oleh industri makanan yang menyediakan begitu banyak macam ragam makanan olahan yang siap saji, sehingga membuat masalah ini menjadi bertambah runyam. Karena banyak orang dengan gangguan pola makan binge eating disorder ini telah menjalankan bermacam program diet dan gagal semuanya.  


Gangguan Pola Makan Binge Eating Disorder dapat menyebabkan beberapa hal, misalnya :
  • Malnutrisi 
  • Depresi 
  • Diabetes Mellitus
  • Tekanan Darah Tinggi
  • Kholesterol meningkat dalam tubuh / hipercholesterolemia
  • Penyakit Jantung 
  • Penyakit pada kandung empedu 
  • Kanker 

Apa tanda atau gejalah gangguan pola makan binge eating disorder ini ?  

Paling sedikit 2 kali seminggu selama 6 bulan, orang tersebut akan mengalami gangguan pola makan.

Gejalah binge eating disorder ini berkaitan dengan paling sedikit 3 gejalah dibawah ini :
  • Makan dengan cepat
  • Makan sampai kekenyanagan yang (menyesakkan nafas) menyakitkan 
  • Makan meskipun tidak merasa lapar 
  • Makan sendirian karena merasa malu 
  • Perasaan muak, depresi atau rasa bersalah setelah makan berlebihan 
Walaupun demikian, penderita binge eating disorder ini tidak berusaha mengeluarkan makanan dari lambungnya dengan merangsang terjadinya muntah, berpuasa atau menggunakan obat pencahar dan obat diuretik (membuat produksi urine meningkat), seperti yang sering kali dilakukan oleh penderia bulimia nervosa. 

Gangguan pola makan binge eating disorder sering terjadi bersama dengan jenis gangguan pola makan lain yang  disebut bulimia nervosa. Orang dengan gangguan bulimia nervosa sering melakukan olahraga yang keras dan berat setelah mereka makan berlebihan. Juga merangsang muntah untuk mengeluarkan makanan dari lambungnya atau mereka sering mempergunakan obat pencahar (menyebabkan buang buang air besar) dan obat diuretik untuk meningkatkan produksi urine untuk menghindarkan peningkatan berat badannya. Berpuasa paling sedikit 24 jam, berolahraga keras lebih dari satu jam dengan tujuan untuk menghindarkan peningkatan berat badan. Cara cara yang disebutkan diatas berbahaya bagi orang tersebut.



Bagaimana Mengobati Binge Eating Disorder ini ?

Binge eating disorder ini sebaiknya diobati dengan cara pendekatan kombinasi multi disiplin, seperti mmberikan:

  • Psikoterapi : terapi kognitif dan terapi kebiasaan untuk membantu pasien mengenali pikiran dan perasaan mereka yang menyebabkan terjadinya kebiasaan binge eating disorder ini
  • Konsultasi nutrisi untuk mengedukasi pasien tentang pemilihan makanan yang sehat, dan terpenting untuk membuat pasien mengetahui perbedaan antara rasa lapar psikis dan rasa lapar fisik (physical hunger dan emotional hunger)   
  • Terakhir, untuk beberapa pasien mungkin obat anti depresan dapat membantu mengobati gejalah depresi yang menyebabkan terjadinya gangguan pola makan binge eating disorder ini 
Jadi makanlah sepuasnya dan berhenti makan waktu mulai merasa kenyang, kendalikan keinginan makan dengan berdisiplin ! 







 

Binge Eating Disorder - Source weightmatters.co.uk 



Source:
http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=43217&page=2
http://www.medscape.com/viewarticle/812650?src=emailthis


Happy Healthy Living !

Senin, 29 Oktober 2012

Sehat Cara Alamiah - Tekanan Darah Normal

Sehat Cara Alamiah - Tekanan Darah Normal


Diet untuk orang Hipertensi - Tips Penting Untuk Membantu Menurunkan Tekan Darah 

Mengikuti dan menjalankan diet untuk mencegah tekanan darah tinggi itu sangat penting untuk setiap orang, yang merasa berkepentingan dan sangat perduli dengan status kesehatannya, terutama menyangkut masalah kesehatan jantung. Tenaga yang diperlukan oleh jantung untuk memompa darah keseluruh organ tubuh, itu yang kita sebut sebagai tekanan darah. 

Pada saat kita mengukur tekanan darah kita, maka kita akan mendapatkan yang disebut tekanan darah diastolik dan tekanan darah sistolik. Tekanan darah sistolik adalah suara yang pertama terdengar dengan alat stetoskop atau yang denyut nadi pertama yang teraba di pergelangan tangan, dan tekanan darah diastolik, adalah suara terakhir yang masih bisa kita dengar dengan alat stetoskop. Tekanan darah yang normal adalah 120/80.  (120 adalah tekanan darah sistolik) / (80 adalah tekanan darah diastolik). 
Dengan tekanan darah ini maka jantung dapat memompakan darahnya keseluruh bagian tubuh termasuk organ-organ tubuh yang sangat vital, seperti otak, jantung, paru-paru, hati, seluruh sistim pencernaan kita, ginjal dan sistim saluran kemih dan alat genital kita dan juga kulit, tulang dan gigi-geligi kita. 

Penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi, yang sering diberi julukan "silent killer", adalah karena gejalah penyakit-nya tidak mudah diketahui dan disadari oleh kita, kecuali hanya rasa pusing atau sakit kepala yang sesaat saja, sehingga seringkali kita tidak perhatikan dan mengabaikannya begitu saja. 

Sebetulnya ada beberapa cara dan tindakan yang bisa kita pergunakan untuk memonitor dan mengendalikan tekanan darah kita, misalnya yang paling sering kita dengar dan dianjurkan adalah melalui pola makan atau diet yang rendah garam dan ber olah-raga secara teratur.  

Faktor Resiko Penyebab Penyakit Hipertensi:

  • Gaya hidup yang tidak aktif, lebih banyak duduk daripada bergerak
  • Berat badan yang berlebihan atau over weight dan obesitas 
  • Peminum alkohol dan perokok
  • Faktor stress dan kurang tidur
  • Pola makan yang tidak sehat
Penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi bisa dikendalikan dengan obat-obatan, namun pemilihan gaya hidup sehat, pola makan yang sehat dan olah raga rutin dan teratur yang harus kita jalankan terlebih dahulu untuk menurunkan tekanan darah yang tinggi, sebelum terakhir kita mencoba dengan obat-obatan anti hipertensi.  

Natrium (dan Garam)


Salah satu bahan dalam makanan yang harus kita atur jumlah pemakaiannya adalah Natrium. Secara alamiah, Natrium ditemukan dalam buah-buahan, dan sayur mayur, dan natrium ini dibutuhkan untuk aktifitas tubuh.

Masalah dengan natrium atau garam baru timbul jika kita mengkonsumsi natrium atau garam dalam jumlah berlebihan.

Telah dibuktikan secara ilmiah, bahwa jika mengurangi konsumsi natrium, maka kita akan dapat menurunkan tekanan darah kita. Sehingga dianjurkan untuk mengurangi asupan natrium, maka asupan natrium atau garam  tidak lebih dari 2.400 mg perhari untuk seorang yang sehat. Jadi  itu setara dengan garam satu sendok teh perhari.

Sedangkan untuk mereka yang harus mengurangi konsumsi garam,dianjurkan asupan seharinya kurang dari 2.000 mg perhari.

Pada tahun 2010, the American Dietetic Association, malahan menganjurkan asupan yang tidak melebihi 1.500 mg perhari, untuk semua orang yang telah berusia > 51 tahun atau untuk etnis Negro, atau untuk mereka yang ber penyakit tekanan darah tinggi, atau yang berpenyakit diabetes, atau berpenyakit ginjal khronik.

Anjuran ini mencakup garam dan natrium baik yang terkandung dalam makanan yang telah diolah, atau yang dipergunakan sewaktu memasak makanan.

Bila kita mempunyai kebiasaan membeli bahan makanan siap saji, maka sangat dianjurkan kita membaca daftar kandungan nutrient dalam makanan tersebut, untuk mengetahui berapa jumlah kandungan natrium atau garam dalam makanan tersebut.

Kita hanya membeli makanan yang kandungan natrium atau garamnya < dari 500 mg perkali makan.

Jenis Makanan Banyak Mengandung Natrium:
  • Jenis makanan panggang seperti biskuit, kue dan roti
  • Makanan kalengan
  • Makanan jadi, seperti pizza, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dikemas
  • Hampir semua jenis keju
  • Daging bakon, salad dengan dressing mayoneis, daging asap dan daging apit roti, daging kalengan seperti daging ikan tuna dan daging ayam 
  • Makanan ringan seperti kentang goreng, keripik, kerupuk, biskuit asin
  • Bumbu dan saus seperti saus olive, mayoneis, saus tomat, mustard, dressing salad, saus bbq, saus daging steak, kecap dan saus teriyaki
  • Makanan cepat saji


Cairan Tubuh Penting Untuk Mengatur Tekanan Darah Kita 


Dengan mematuhi pola makan sehat, lalu dikombinasikan dengan aktifitas fisik yang rutin dan jumlah asupan cairan yang cukup, akan membantu kita mempertahankan tekanan darah yang normal.

Jika tubuh kita kekurangan cairan atau mengalami dehidrasi, maka jumlah natrium dalam tubuh akan meningkat, karena tubuh akan memakai natrium ini untuk menarik air dan mempertahankan air dalam tubuh kita, karena natrium mempunyai sifat menarik air dan menyimpan air dalam sel tubuh.

Peningkatan jumlah natrium ini akan menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Sehingga untuk mengendalikan tekanan darah, dianjurkan meminum cairan yang cukup, dianjurkan meminum cairan minimal 2 liter atau 9 gelas air sehari.

Hanya sayangnya, kira-kira 75% dari kita, selalau berada dalam keadaan dehidrasi khronik karena kurangnya asupana air kita.

 

Pola Makan Sehat Mencegah Hipertensi  

 

Telah disinggung diatas, bahwa menjaga asupan natrium atau garam adalah titik pusat kita dalam pola makan yang sehat untuk mencegah terjadinya penyakit tekanan darah tinggi.
Hal ini bisa kita capai dengan cara memilih secara baik, makanan dan minuman yang akan kita konsumsi.

Untuk masa kini, dengan semakin banyaknya bahan pengganti garam, bahan makanan yang bebas kandungan garam dan resep masakan dan makanan sehat, yang bertujuan menjaga kesehatan jantung kita, maka, rasanya adalah tidak terlalu sulit untuk mendapatkan makanan minuman yang sehat dengan kandungan garam atau natrium yang rendah, yang harus kita lakukan adalah menjadi kritis setiap saat sebelum mengkonsumsi bahan makanan dan minuman tersebut.   

Atau dengan bahan bumbu alamiah dan bahan makanan segar. seperti sayur mayur dan buah-buahan segar, minyak zaitun, kacang-kacangan, wine, cuka buah-buahan, dan tehnik mengolah makanan yang baik, kita bisa menghasilkan makanan segar dan sehat tanpa perlu menambahkan garam ataupun gula dalam makanan kita. 
 
Kemudian ditambah dengan cara atau gaya hidup yang sehat (Healthy Life Style) dan selalu optimis positif, berolah raga secara rutin dan teratur, beristirahat cukup dan waktu tidur yang memadai, ber-meditasi untuk hindarkan sedapat mungkin stress atau hal-hal yang bisa meningkatkan rasa cemas dan khawatir.

Dengan kombinasi  hal-hal diatas, maka rasanya tidak terlalu susah untuk mendapatkan tekanan darah yang ideal, tanpa perlu bantuan obat-obatan anti hipertensi, yang sebenarnya juga banyak mengandung efek simpang yang tidak kita inginkan.